Borussia Dortmund sukses menyikat Hertha Berlin 5-2 di pekan ke-8 Bundesliga musim ini. Erling Haaland jadi bintang dengan 4 gol yang dibuatnya di laga itu.
Bermain di Olympiastadion, Minggu (22/11/2020) pagi hari WIB, Hertha unggul lebih dahulu pada menit ke-33. Tendangan jarak jauh Matheus Cunha tidak berhasil diperhitungkan oleh baris belakang Dortmund, dan sukses mencabik jaring gawang penjaga gawang Dortmund, Roman Buerki.

Babak pertama usai untuk keunggulan tuan-rumah 1-0.

Masuk babak ke-2 , Haaland, yang barusan meraih Golden Boy Award 2020, langsung menggila. Pada menit ke-47, dia sukses menyamai posisi. Crossing Emre Can dari segi kanan dengan gampang disontek oleh pemuda Norwegia itu.

Dua menit berlalu, Dortmund kembali unggul 2-1. Haaland kembali lagi cetak gol kesempatan ini. Terima operan terobosan Julian Brandt, dia bisa lolos dari perangkap offside dan melepas shooting keras disamping kiri kotak penalti, yang tidak sanggup ditolong penjaga gawang Hertha, Alexander Schwolow.

Haaland selanjutnya cetak hat-trick

Tidak stop sampai situ, Haaland selanjutnya cetak hat-trick di laga ini di menit ke-62. Manfaatkan kekeliruan umpan Marvin Plattenhardt, Haaland merampas bola, membawanya ke kotak penalti Hertha, dan disudahi dengan mengecoh Schwolow dan mengoper bola ke gawang.

Penderitaan Hertha makin bertambah pada menit ke-70. Kesempatan ini ada Raphael Guerreiro yang menulis namanya di papan score. Mendapatkan umpan Thomas Meunier, dia sempat tembak bola ke gawang Hertha, tetapi diblok. Guerreiro memenangi bola kembali lagi di muka gawang dan menyelesaikannya menghasilkan gol.

Ketinggalan 1-4, Hertha sempat mengecilkan ketinggalan. Cunha cetak gol ke-2 nya di laga ini melalui titik penalti di menit ke-79. Penalti diberi untuk Hertha sesudah Manuel Akanji menggerakkan Matteo Guendouzi.

Tetapi sampai situ saja perlawanan team ibukota. Tidak sampai satu menit selanjutnya, Haaland pastikan Hertha tidak akan sanggup bangun kembali. Mendapatkan through pass elok dari Jude Bellingham, Haaland menyelesaikannya dengan tendangan keras ke segi tengah gawang, menggetarkan gawang Schwolow untuk kali ke-5.

Hasil ini bawa Dortmund melejit ke urutan ke-2 klasemen sesaat Liga Jerman dengan 18 point

Mereka melekat ketat Bayern Munich, yang cuma menang satu angka di pucuk. Sedang untuk Hertha, hasil jelek ini membuat mereka turun ke status 13 dengan 7 point.

Daftar pemain

Hertha Berlin: Schwolow – Pekarik (Mittelstädt 85′), Boyata (c), Alderete, Plattenhardt (Zeefuik 85′) – Darida (Löwen 76′), Stark, Guendouzi – Cunha – Lukebakio (Leckie 76′), Piatek (Ngankam 76′)

Borussia Dortmund: Buerki – Meunier, Akanji, Hummels, Guerreiro (Schulz 86′) – Can (Piszczek 77′), Witsel, Dahoud (Bellingham 62′) – Brandt, Haaland (Moukoko 86′), Reus (c) (Reyna 77′)

 

Ricky Yakobi hembuskan napas terakhir kalinya di atas lapangan hijau. Ia tidak sadar diri habis cetak gol di laga Trofeo Medan Selection.
Ricky Yacobi wafat pada Sabtu (21/11/2020) pagi WIB. Ia diperhitungkan alami penyakit serangan jantung waktu sedang main sepakbola bersama beberapa mantan pemain dari Meda di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta Pusat.

Pria 57 tahun ini sempat cetak gol dan lakukan selebrasi saat sebelum jatuh sampai tidak sadar diri. Mantan pemain PSMS Medan sampai Arseto Solo ini sebenarnya sempat dibawa ke rumah sakit paling dekat, tetapi tidak tertolong.

Keperginya Ricky Yacobi pasti jadi duka untuk beberapa pencinta sepakbola Indonesia. Ia adalah penyerang Tim nasional Indonesia pada pertama kalinya merampas medali emas SEA Games 1987.

Putra Medan

Ricky terlahir di Medan pada 12 Maret 1963. Nama aslinya ialah Ricky Yakob, tetapi ada satu huruf “i” ditambah setelah pulang dari Jepang.

Profesi sepakbolanya diawali di tanah Medan. Ia tergabung dengan PSMS Medan junior sampai naik ke team khusus sesudah meraih Piala Suratin.

Berposisi selaku penyerang, Ricky Yacobi diketahui benar-benar garang. Ia sering dipanggil Paul Breitner-nya Indonesia dan memercayakan kecepatan saat bermain.

Asian Games 1986 di Korea Selatan jadi peristiwa hebat Ricky. Berjumpa Uni Emirat Arab di perempat-final Asian Games, Ricky cetak gol Cantik di menit ke-49, melanjutkan umpan Yonas Sawor dengan sepakan voli tiada sedikit juga sentuh tanah. Indonesia menang beradu penalti 4-3.

Setelah dari Asian Games 1986, Ricky Yacobi dibawa club asal Jepang, Matsushita FC

Tetapi, lirikan dari Matsushita rupanya sangat lama.

Ricky Yacobi pernah menjelaskan jika club itu mengawasi waktu Indonesia diundang tampil di Kings Cup, Bangkok. Ada juga berjumpaan Indonesia vs Jepang pada Pra-Piala Dunia atau Pra-Olimpiade di Gelanggang olahraga Bung Karno.

Profesi Ricky tidak panjang di Jepang. Sesudah empat pertandingan, ia alami luka cukup kronis. Ricky cuman bertahan setahun di Negeri Sakura sebelumnya terakhir kembali pada Tanah Air dan bela Arseto Solo kembali.

Ricky tutup profesi di PSIS Semarang pada 1995. Setelah menggantung sepatu repot mengurusi Sekolah Sepakbola yang dinamakan SSB Ricky Yacobi.

Demikianlah sepotong perjalanan cerita Ricky Yacobi. Selamat jalan, legenda!