Jawara Paling Kerap Jatuh MotoGP 2020 ialah…

Posted on

 

Jumlah jatuh alias jatuh di MotoGP 2020 menyusut dari tahun awalnya. Tetapi sebab jumlah seri balapan menyusut, angka rerata jatuh juga menjadi tambah.
Dari ajang MotoGP 2020, situs MotoGP.com menulis ada 180 jatuh di kelas primer sejauh musim. Jumlah ini turun dari 220 jatuh pada MotoGP musim 2019, sekalian terendah semenjak 2011 (157 jatuh).

Tetapi, bila menimbang jumlah 14 race pada musim ini, ada rerata 12,8 jatuh per balapan MotoGP. Semakin banyak dibanding rerata jatuh musim kemarin (11,6), meskipun lebih rendah daripada musim 2017 (17,4) dan 2018 (15,9).

Keseluruhannya, di semua kelas, ajang kejuaraan dunia grand prix tahun ini mendatangkan 722 jatuh. Pantas dicatat jika Moto2 dan Moto3 punyai satu seri semakin banyak daripada MotoGP sebab ada GP Qatar.

 

 

Melihat jumlah jatuh per sesion di semasing kelas, beberapa pembalap MotoGP 2020 tersering jatuh dalam race (56). Sesaat di Moto2, beberapa ridernya malahan terbanyak jatuh waktu FP3. Sedang di Moto3, sesion FP1 mendatangkan jatuh terbanyak.

 

 

Selanjutnya masalah seri balapan, race di Prancis ternyata punyai jumlah jatuh terbanyak antara beberapa seri balapan yang lain. Ada 100 jatuh di Le Mans pada musim ini. MotoGP.com menyebutkan, GP Prancis sekarang punyai jatuh paling banyak sepanjang dua musim berturut-turut.

 

 

Lalu, siapa pembalap MotoGP tersering jatuh? Predikat jawara jatuh kelas primer memiliki hak dipakai oleh Johann Zarco yang jatuh 15 kali sejauh MotoGP 2020.

 

 

Jumlah jatuhnya Johann Zarco melampaui rookie Alex Marquez yang jatuh 14 kali pada musim ini. Aleix Espargaro di urutan ke-3 dengan 12 jatuh.

 

 

Sesaat di kelas Moto2 ada nama Kasma Daniel yang tersering jatuh dengan 20 jatuh. Sedang di kelas Moto3, predikat jatuh paling banyak dipakai oleh Gabriel Rodrigo (18 jatuh).

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *